MAN Sidoarjo kembali meraih penghargaan di bidang riset, kesempatan ini adalah kompetisi sains dan kewirausahaan tingkat ASEAN, AISEF (ASEAN Innovative Science and Entrepreneur Fair) yang diadakan pada 14-16 Februari 2020 di BG Junction Surabaya. MAN Sidoarjo mengirim sebanyak 5 tim dan semuanya berhasil menggondol juara.

Tim dari kelas XI IPA 1 yang beranggotakan Jihan Darmaningtyas, Narima Surya Putri, Carissa Renatasari, Azka Fitria Auzaky, Rifqi Donny Pratama dengan karya yang berjudul “THOR (The daun kelor) Minuman Instan Sebagai Imunostimulan” telah berhasil meraih MEDALI EMAS sekaligus mendapat SPESIAL AWARD dari para juri. Tim lain yang berhasil meraih MEDALI EMAS adalah beranggotakan Cherillya Rahmita Nurul Nucha, Adiva Reza Rachmawati, Iqbal Rizqi Amirullah, Queen Amandea Yahya, Fatimah Az Zahra dari kelas XI IPA 1 dan 2, dengan karyanya  “STIC (Smart Life Vest Control) Enhance Your Safeness”.

Karya yang lain yang berjudul   “BANSTOR (Banana’s peel and styrofoam); Uji Efektivitas Katalis Pisang Kepok Terhadap Konversi Limbah Plastik Jenis Polystyrene” digagas oleh kelompok dari kelas X IPA 3 yang anggotanya Fahrian Adinata Mustofa, Amanda Putri Rahmita Aulia, Endah Wulandari, Garneta Liya Widyanti, Imam Mukhammad, Lidiyah Habbatul Fuadiyah berhasil meraih MEDALI PERAK.

 

Dua kelompok lain yang meraih MEDALI PERUNGGU adalah kelompok kelas X IPA 2 dengan anggota M. Is’ad Rozan, Ardian Purbo Laksono, Fachriyani Umi Zaifah, Firda Salsabila Prima, Rachma Pramudia, Risma Dewi Fitria Noer Aisyah dengan karyanya “TRAFOR (Platelets enhancer drink from (Euphorbia hirta l.); Optimization of Patikan Kebo (Euphorbia hirta l.) In increasing Platelets in patients with dengue fever”, dan kelompok dari kelas XI IPA 1, 3 dan 4  terdiri dari Muh. Oktariano Ramadhan, M. Ivan Nuruddin Ishaqi, Jamal Dwi Atmaja, Moch. Isabil Liwaq, Edelwise Rury S dan Aprillia Putri Hanifah membuahkan karya ”VASTRIC (Vaname Shrimp for Electric) Uji Optimalisasi Limbah Cair Olahan Udang Sebagai Sumber Listrik Alternatif Berbasis Microbial Fuel Cell (MFC) IoT”,

Kompetisi dalam bidang penelitian yang telah diciptakan di lingkungan madrasah yang berbasis riset ini telah menjadikan para peserta didik terdorong untuk berlomba-lomba mencari inovasi yang membuka cakrawala berpikir mereka untuk menemukan hal baru yang akan memberi manfaat kepada masyarakat. “Kita menemukan lagi mutiara-mutiara yang selama ini terpendam, potensi anak-anak harus terus kita gali untuk menemukan mutiara-mutiara lain yang baru”, demikian ungkap Abd. Jalil kepala madrasah dengan penuh rasa bangga atas keberhasilan mereka. (Fit/Hum)