GURU MAN SIDOARJO STAY AT HOME IKUTI RAPAT MELALUI VIDEOCONFERENCE

 Sejak diturunkannya surat edaran untuk melakukan kerja di rumah (WFH) dan mengajar di rumah (TFH) sebagai upaya memutuskan mata rantai penyebaran COVID 19 ini, maka semuanya kegiatan baik pembelajaran maupun rapat di MAN Sidoarjo dilakukan secara online/daring. Demikian pula kepala MAN Sidoarjo, Abd Jalil dengan tetap di rumah (stay at home) melakukan kordinasi maupun rapat dengan para stafnya dan dewan guru berkomunikasi menggunakan media social WhatsApp dan Video Conference.

 

Selasa (14/4) diadakan rapat kordinasi seluruh dewan guru yang diikuti oleh pengawas madrasah. Dalam rapat kordinasi ini menggunakan videoconference dengan aplikasi ZOOM. Tidak mengurangi kehikmatan dalam menyampaikan rapat ini meskipun kendala teknik dialami akibat jaringan di lokasi masing-masing namun rapat dapat berjalan dengan lancar  dan materi rapat dapat tersampaiakan dengan baik. Pembahasan utama dalam rapat ini adalah evaluasi kegiatan pembelajaran secara daring.

Waka kurikulum menyampaian laporan terkait dengan kegiatan pembelajarn daring bahwa guru-guru MAN Sidoarjo menggunaan media pembelajaran daring dari berbagai aplikasi untuk  penyampaian pengajaraannya. Diantaranya E learning, Quipper. Schoology, Edmodo, Whatsapp dan berbagai media lainnya semuanya berjalan lancar dan siswa dapat menyesuaikan menggunakan aplikasi yang diarahkan guru mata pelalajarannya.

Pengawas madrasah, Endang Mujiati yang mendampingi dalam rapat ini memberikan arahan bahwa  diharapkan  guru memberikan pembelajaran yang bermakna sesuai kebutuhan dan situasi serta kondisi kemudian tidak memberikan tugas yang memberatkan siswa selama kegiatan pembelajaran di rumah. Hal ini bertujuan agar anak-anak cukup istirahat sehingga badannya tetap sehat. Ujian kenaikan kelas jika masih belum memungkinkan kondisinya untuk masuk sekolah maka dapat dilakukan secara daring dengan aplikasi tertentu atau kalau tidak memungkinkan maka dapat memberikan penugasan, portofolio atau bentuk lain, demikian lanjutnya.

Beberapa guru menyampaikan permasalahan bahwa ada beberapa siswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan pembelajaran online. Maka kepala madrasah menyampaikan  “Wali kelas  harus mencari tahu mengapa siswa tidak bisa ikut daring. Jika siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran online karena keberatan/tidak mampu membeli paketan kuota internet maka kita akan bantu anak-anak untuk beli pulsa supaya mereka tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran”, demikian ujarnya memberi solusi. (Fit/Hum)