Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia, disingkat AKMI adalah asesmen yang dilakukan pada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah penilaian untuk mengukur kompetensi murid secara mendalam yang tidak hanya berfokus pada penguasaan konten. Demi menunjang terlaksananya dua kegiatan tersebut secara lancar, maka diadakanlah sebuah bimbingan teknis (bimtek) penyusunan soal berskala AKM/AKMI ditujukan kepada guru MAN Sidoarjo.

Tujuan diadakannya bimtek ini agar guru dapat terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri sebagai pengajar sekaligus pendidik dalam memberikan pelayanan yang maksimal untuk keberhasilan siswa sesuai zamannya, demikian yang dikatakan oleh Kepala MAN Sidoarjo, Drs. Abd. Jalil, M.Pd.I., dalam sambutan pembukaan bimtek penyusunan soal AKM.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua hari dalam pelaksanaannya. Hari pertama, 10 agustus 2021, diperuntukkan khusus untuk guru yang mengajar kelas sebelas. Hari kedua dikhususkan untuk guru yang mengajar kelas sepuluh dan dilaksanakan pada 13 agustus 2021. Keduanya dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB, bertempat di ruang meeting MAN Sidoarjo.

Drs. Sartono, M.Si. memberikan pengarahan penyusunan soal standar AKM

Adapun narasumber pada kegiatan dua hari tersebut adalah Drs. Sartono, M.Si., yang juga sebagai instruktur nasional dilingkungan kemenag. Beberapa poin penting dari materi yang disampaikan adalah bahwa AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia) / AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) merupakan salah satu instrumen dalam mengukur kompetensi siswa dalam bidang kompetensi literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) yang didalamnya terdapat instrumen survei karakter dan survei lingkungan serta adanya tambahan uji moderasi beragama untuk lingkungan madrasah. AKM/AKMI juga digunakan dalam assessmen nasional (AN) yaitu asesmen yang dilakukan untuk pemetaan mutu pendidikan diseluruh madrasah atau sekolah. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi siswa secara mendalam, tidak hanya sekedar penguasaan konten tetapi siswa juga mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah. Narasumber kedua adalah wakil kepala urusan kurikulum, Farikah Hanum, S.Pd., M.Pd., yang memberikan panduan secara teknis dalam penyusunan soal. Dalam setiap akhir sesi, setiap bidang studi mewakilkan satu guru mempresentasikan hasil penyusunan soal tersebut sehingga membuat guru lainnya semakin bersemangat untuk menampilkan hasil yang terbaik pada mata pelajaran yang diampunya.

Poin penting yang disampaikan pada acara ini adalah bagaimana guru mampu mengimplementasikan pengalaman belajar dikelas sesuai keterampilan abad 21, yaitu: critical thinking, creativity, communication dan collaboration yang nantinya akan dikembangkan dalam soal AKM.  Istilah 4c mungkin sudah sering didengungkan namun perlu adanya penguatan terkait pemahaman secara menyeluruh dan implementasinya dalam proses pembelajaran hingga pada evaluasi hasil belajar siswa. Diharapkan semua siswa mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat.