Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pemotongan hewan qurban pada Idul Adha 1443 H ini memiliki prosedur lebih panjang. Pasalnya, muncul kembali wabah PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan.

PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku ini menyerang hewan yang sensitif terhadap virusnya, termasuk sapi serta kambing. Ciri-ciri dari PMK adalah demam pada hewan setinggi 41°, tubuh menggigil, tidak nafsu makan, air liur terlihat menggantung, hewan terlihat lemas, sampai dengan kuku terluka dan lepas.

Akibat hadirnya PMK ini, mencari hewan qurban tidaklah mudah. Seperti yang dikatakan Bapak Hidayatullah selaku Ketua Panitia Penyembelihan Qurban Idul Adha MAN Sidoarjo 1443 H, bahwa perlu tenaga dan waktu lebih untuk mencari hewan yang benar-benar sehat.

“Ada sapi yang ketika saya beli terlihat sehat, tapi setelah sepuluh hari pembelian, sapi mulai menunjukkan gejala-gejala PMK, seperti kaki yang membengkak dan liur yang terus menetes. Beberapa hari kemudian, sapi tidak dapat berdiri. Akhirnya ya saya batalkan pembeliannya dan mencari sapi lain yang benar-benar sehat.” tutur guru pengampu mata pelajaran Al-Quran dan Hadist di MAN Sidoarjo tersebut.

MAN Sidoarjo mengadakan pemotongan hewan qurban di lapangan bola MAN Sidoarjo pada Selasa (11/7/2022). Pemotongan ini dibantu oleh panitia dari guru dan siswa khususnya anggota takmir serta anggota OSIS sebanyak total 40 anggota.

 

“Takmir dan OSIS ikut membantu. Dibagi menjadi lima divisi. Ada divisi memotong, menguliti, mencuci, penimbangan, dan pendataan. Kita juga bantu pendistribusiannya. Untuk tahun ini, daging qurban diserahkan ke sekitar 120 siswa, dan kepada masyarakat serta panti asuhan di sekitar.” ucap M. Baihaqi selaku penanggungjawab panitia dari takmir dan OSIS pada tahun ini.

Menurut siswa kelas X IPA 5 tersebut, tidak banyak kendala dalam pelaksanaan pemotongan qurban tahun ini. Hanya saja, terdapat kekurangan pada penyediaan pisau dan alat pengasah. Ia berharap, semoga pada tahun berikutnya, evaluasi pada pemotongan qurban sekarang bisa menjadi masukan untuk pelaksanaan pemotongan qurban tahun berikutnya.