SIDOARJO (Kemenag RI) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim inovator muda mereka, “Petani Asik”, berhasil melangkah ke babak final kompetisi teknologi bergengsi Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025 kategori SMA, SMK, dan MA.
Kompetisi yang digelar oleh Samsung Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Agama RI ini menjadi wadah bagi siswa-siswi madrasah untuk menyajikan solusi berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) terhadap masalah sosial krusial.
PadiSmart+: Inovasi AI dan IoT untuk Ketahanan Pangan
Tim “Petani Asik” yang beranggotakan Andre Trimulya Hardiyanta (Ketua), Alrodinov Ahmad Maulana, Hadyan Adyatma, dan Ahmad Rayhan Faizul Haq, serta dibimbing oleh Mohammad As’ad Rosyadi, S. Pd., M.T., mengajukan sistem pertanian cerdas bernama “PadiSmart+”.
Inovasi ini didorong oleh kekhawatiran serius terhadap ancaman pangan. Menurut data Food and Agriculture Organization (FAO), 40% produksi tanaman pangan dunia hilang setiap tahun. Khusus di Indonesia, serangan hama utama seperti Wereng Cokelat dan Tikus Sawah dapat menyebabkan kerugian panen hingga 30-50%, yang diperparah oleh ketidakpastian iklim.
“PadiSmart+ dirancang untuk memitigasi risiko ini,” ucap Andre, perwakilan tim. “Sistem kami mengintegrasikan IoT, Artificial Intelligence (AI), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), menjadikannya solusi pertanian yang mandiri energi.”
Bukti Nyata Keunggulan Madrasah di Era Transformasi Digital
Tim “Petani Asik” dari MAN Sidoarjo berhasil menempatkan diri di antara 10 finalis terbaik kategori sekolah menengah, bersanding dengan madrasah unggulan lain seperti MAS Internasional Techno Natura dan MAN 2 Kota Malang. Hal ini sekaligus mengukuhkan bahwa madrasah kini menjadi lumbung talenta digital yang inovatif.
PadiSmart+ dikembangkan dengan beberapa fitur inti berbasis teknologi. Sistem ini mampu melakukan Deteksi Hama Real-time menggunakan AI berbasis CNN (Convolutional Neural Network) untuk identifikasi masalah secara cepat. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan Prediksi Mikroklimat dengan memanfaatkan AI jenis LSTM (Long Short-Term Memory), sehingga petani dapat mengantisipasi perubahan cuaca di lahan. Untuk memastikan data yang komprehensif, alat ini dilengkapi Sensor Lengkap Soil Sensor 7 in 1, dan yang tak kalah penting, seluruh sistem bekerja dengan Mandiri Energi karena didukung oleh PLTS sebagai sumber daya utama.
Mohammad As’ad Rosyadi, S. Pd., M.T., Guru Pembimbing Tim Petani Asik, mengungkapkan optimisme dan harapannya terhadap inovasi ini. “Kami sangat bangga dengan capaian anak-anak di panggung nasional. PadiSmart+ bukan sekadar proyek, ini adalah manifestasi konkret dari semangat madrasah dalam mencetak santri technopreneur,” ucap Bapak As’ad.
Kepala MAN Sidoarjo, Drs. Abd. Jalil, M.Pd.I, saat ditemui di ruangannya menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Keberhasilan ini adalah buah dari komitmen madrasah dalam transformasi digital dan penguatan bidang STEM. Kami bangga, siswa kami tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menciptakan solusi teknologi yang berdampak nyata bagi permasalahan di masyarakat”, ucap Bapak Jalil.
Semoga Tim MAN Sidoarjo dapat membawa pulang gelar juara. Selamat berjuang, THINK SMART, TO BETTER FUTURE!