Sidoarjo – MAN Sidoarjo (28/10/2015) menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Halaman Utama. Seluruh warga madrasah, mulai dari siswa-siswi, guru, pegawai, dan karyawan kompak dan khidmat mengikuti jalannya upacara Selasa pagi.
Tema Nasional HSP Tahun 2025 dikutip dari laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema ini menyiratkan pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa, terutama unsur Pemuda dan Pemudi. Inovasi generasi muda dan organisasi kepemudaan sangat dibutuhkan dalam hal ini.
Upacara Peringatan HSP Tahun 2025 di MAN Sidoarjo dipandu oleh pasukan Brigmansa (Pasukan Pengibar Bendera MAN Sidoarjo) dengan iringan Paduan Suara MAN Sidoarjo dan Marching Band El-Wardah. Bertindak sebagai Pembina Upacara kali ini spesial dari perwakilan unsur Guru muda MAN Sidoarjo sekaligus Pembina OSIS, Bapak Afrian Nusa Wahyu Basuki, S.Or. Pembina OSIS yang akrab disapa Pak Afrian, menyampaikan pesan penting dalam amanatnya bahwa Pemuda saat ini adalah aset pemimpin di masa depan, maka dari itu jadilah Pemuda dan Pemudi yang mempunyai akhlak, adab, dan disiplin yang baik.
“Mengutip dari Bung Hatta, kalimat terjemahan dari sebuah syair, bahwa Pemuda hari ini adalah Pemimpin di masa depan. Maka untuk menjadi Pemimpin di masa depan yang amanah dan benar, perlu dan penting untuk dipersiapkan dari sekarang menjadi Pemuda dan Pemudi yang memiliki akhlakul karimah; tata krama; dan adab yang bagus. Kedua, persiapkan mental, spritual, dan intelektual kalian mulai dari sekarang dengan aktif mengembangkan skill dan inovasi” Ucapnya. Pemuda saat ini harus dibekali dengan ilmu akhlak yang baik, tata krama dan sopan santun yang benar, dan disiplin yang tinggi, hal ini sebagai pondasi utama untuk bersiap menjadi Pemimpin di masa depan. “Semoga kelak, kalian semua menjadi Pemimpin yang amanah dan sukses.” Pungkas Pak Afrian.
Prosesi Upacara kali ini disertai oleh penyampaian Ikrar Sumpah Pemuda yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Perlu diketahui, bahwa 3 kalimat Ikrar Sumpah Pemuda ini lahir dari Kongres Pemuda II yang digelar di Jakarta (Batavia namanya saat itu) pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres tersebut dihadiri oleh beberapa Organisasi Kepemudaan, seperti Jong Java dan Jong Ambon. Kongres inilah yang akhirnya melahirkan 3 Ikrar tersebut yang menjadi dasar persatuan bangsa Indonesia dan menjadi simbol persatuan nasional yang melampaui perbedaan-perbedaan, seperti suku, agama, dan ras. Ikrar Sumpah Pemuda inilah semakin tahun semakin relevan untuk dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
NrM/JURNALISTIK EL-MANZIL