Berawal dari keprihatinannya terhadap banyaknya masyarakat di lingkungannya yang pecandu narkoba, tercetuslah keinginan mulia untuk menciptakan inovasi teknologi yang sangat berguna untuk merehabilitasi pecandu narkoba. Tim riset siswa MAN Sidoarjo sebagai pencetus ide tersebut, dengan kerja keras dan keuletannya terciptalah “VRADA” (Virtual Reality Anti Drug Addict), sebuah aplikasi game 3D virtual reality. Melui penelitian yang dilakukan kepada para pecandu narkoba alat tersebut dapat mempengaruhi mindset seorang pecandu narkoba menjadi sadar untuk memutuskan meninggalkan narkoba.


Keikut sertaan dalam ajang internasional tim riset MAN Sidoarjo beranggotakan Reza Adrio Fahrezi, Nofri Hidayatin dan Nida Zahrani dari kelas X ini telah membawa VRADA sebagai karyanya meraih penghargaan SILVER MEDAL dalam ISTEC (International Science Tecnology and Engineering Competition) kategori teknologi. Kegiatan yang telah diselenggarakan pada tanggal 14–16 Januari 2020 di Bandung ini diikuti oleh berbagai negara diantaranya Brazil, Turkmenistan, Thailand, Pakistan, Oman, Philipina, Mesir, Vietnam, Malaysia dan berapa negara lainnya.


Keberhasilan dan kemenangan akan karya inovasi ini juga didukung oleh Polresta Sidoarjo, dan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Kabupaten Sidoarjo serta Kementerian Hukum dan HAM telah memberikan hak paten terhadap penciptaan karya teknologi tersebut. BNN sebagai lembaga terkait yang akan memanfaatkan karya ini sebagai alat rehabilitasi pecandu narkoba, merasa bangga akan keberhasilan pemuda yang mempunyai ide cemerlang ini. Tidak ketiggalan kepala madrasah yang juga merasa bangga akan keberhasilan siswa-siswanya. Terimakasih anak-anak yang telah berprestasi dan mengharumkan nama madrasah semoga ini menjadi inspirasi bagi yang lainnya, demikian ungkap Abd. Jalil, kepala MAN Sidoarjo menyemangati para siswanya. (Fit/Hum)





























