Fotografer Senior Jawa Pos, Sugeng Deas, menyampaikan materi terkait fotografi kepada El-Manzil MAN Sidoarjo

Sidoarjo – Ekstrakurikuler Jurnalistik El-Manzil MAN Sidoarjo kembali menggelar Workshop tahun ini. Auditorium Gedung H. Maksum AF menjadi lokasi terselenggaranya workshop tahun ini, dengan total peserta 75 anggota. Bertajuk “Peningkatan Kompetensi Jurnalistik dan Manajemen Media”, tim redaksi menghadirkan 4 wartawan senior dari berbagai media massa di Jawa Timur untuk menjadi pemateri sesuai bidangnya masing-masing.

Sesi pertama, dihadiri oleh Sugeng Deas, wartawan Fotografer senior milik Jawa Pos. Pemegang lisensi Internasional untum wartawan fotografer ini telah malang melintang keliling dunia untuk meliput acara-acara besar, seperti Piala Dunia Germany tahun 2006, NBA Amerika tahun 2020, Sea Games, dan lainnya. Sugeng Deas secara khusus memberikan materi seputar fotografi kepada peserta yang hadir, dengan menunjukkan berbagai sudut pandang fotografi dan berbagai situasi. Ia juga membawa kamera terbaik beserta lensa panjangnya untuk ditunjukkan dan dipraktekkan kepada para peserta. Ia memberikan penjelasan tentang fitur-fitur pada kamera secara umum. Selain itu, ia pun menunjukkan karya-karya fotografinya agar peserta bisa melihat dan memahami teknik fotografi dengan baik.

Achmad Baiquni, redaktur berita dari beritajatim.com, menjelaskan tentang produksi sebuah berita
Murid MAN Sidoarjo antusias memerhatikan penyampaian materi

2 jam berlalu, sesi kedua workshop dimulai. Kali ini, Achmad Baiquni, redaktur beritajatim.com yang bertugas memberikan materi kepenulisan berita. Pemegang sertifikat Wartawan Utama ini  menjelaskan secara detail bagaimana berita diproses dari seorang reporter sampai kepada pembaca di dunia media online dan cetak. Ia menjelaskan tentang pemilihan headline yang tepat, merubah fakta menjadi redaksi berita, dan mengutip kutipan narasumber dengan benar. Secara telaten, Ia mencontohkan bagaimana menulis berita dengan benar agar tidak sekedar mengupload, melainkan harus benar dan relevan, sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Setelah salat duhur, peserta kembali ke auditorium untuk menerima ilmu dari narasumber ketiga. Djoko Tetuko Abdul Latif, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat sekaligus pemegang Kartu Pers Number One ini memberikan ilmu tentang organisasi wartawan dan cara mendapatkan sertifikat wartawan. Setidaknya, Ia memberikan 11 cara agar wartawan-wartawan bisa mendapatkan lisensi sebagai Wartawan yang kompeten dan diakui oleh Dewan Pers. Ia menyampaikan hal ini kepada seluruh peserta agar 11 cara tadi bisa diterapkan saat meliput di lingkup madrasah, agar berita-berita yang ditayangkan tetap sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Sesi keempat atau terakhir, diisi oleh Irfan H. Ali. Keahliannya sebagai layouter berbagai media cetak dan online tak diragukan lagi. Ia menjalani tugas tersebut sejak tahun 1990 dan konsisten berada di Koran Memo hingga saat ini, namun memiliki tugas sebagai layouter di koran dan majalah lainnya. Secara khusus, Ia menjelaskan tentang tata letak sebuah majalah, mulai dari tata letak cover dan back cover, daftar isi, rubrikasi, dan konten-konten lainnya. Tak lupa, Ia memberikan pengetahuan bagaimana cara memilih foto dan mengaturnya di halaman agar sedap dipandang.

Seluruh sesi pemateri diakhiri dengan sesi tanya jawab. Peserta dari berbagai divisi memanfaatkan sesi ini untuk menggali lebih dalam ilmu yang harus mereka ketahui dari para pemateri. Semua pemateri memberikan pendapat positif atas terselenggaranya workshop Jurnalistik.

“Alhamdulillah, saya mengapresiasi tim Jurnalistik atas terlaksananya Workshop ini, semoga ilmu dan pengetahuan dari para pemateri dapar memberikan manfaat kepada anak-anak khususnya anggota Jurnalistik El-Manzil MAN Sidoarjo.” Ucap Achmad Saifullah, Plt. Kepala MAN Sidoarjo. (Nrm)

Fotografer: Arjuna Arga, Nabhan Zulfadhli, Ahmad Muzakki