Sidoarjo – Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo kembali mengeluarkan buku baru melalui Divisi Literasi. Divisi ini bekerjasama dengan Nyalanesia, salah satu lembaga pengembang program literasi sekolah terpadu. Nyalanesia mempunyai program bersama “Gerakan Sekolah Menulis Buku” atau GSMB mempunyai tujuan memfasilitasi murid dan guru untuk menerbitkan buku, mendapatkan pelatihan, dan sertifikasi kompetensi, serta akses pada program-program apresiasi untuk meningkatkan capaian literasi sekolah dan madrasah. Secara resmi, Divisi Literasi telah bekerjasama sejak tahun 2022 dan telah menghasilkan banyak antologi buku murid dan guru.
Lianatus Sholihah, selaku Koordinator GSMB MAN Sidoarjo, menuturkan bahwa ada 50 murid dan 5 guru yang terdiri dari Kepala Madrasah, Koordinator Literasi, dan 3 guru anggota, yang mengikuti penerbitan buku baru tersebut. Dimulai dari pelatihan dari pihak Nyalanesia dan menentukan judul buku. Penentuan tema buku juga dilakukan secara selektif agar didapatkan hasil yang maksimal.
“Program GSMB milik Nyalanesia sangat bermanfaat bagi kami di Divisi Literasi, karena bisa memotivasi anggota Literasi dalam berkarya melalui tulisan yang diterbitkan berupa buku ber-ISBN. Ke depan, kami berharap akan banyak buku-buku yang lahir dari Divisi Literasi.” Ujar Lianatus.
Pada tahap menulis isi buku, murid-murid secara khusus didampingi oleh guru-guru kompeten MAN Sidoarjo. Buku berjudul “Satu Karya, Seribu Sikap” akhirnya resmi dirilis dan dikirimkan ke madrasah pada Jumat (28/08/2026) lalu. Berikutnya, Koordinator Divisi Literasi, Zahrotul Laila, membagikan buku tersebut kepada semua penulis, baik dari murid maupun guru. Menurutnya, murid-murid sangat antusias menyambut kehadiran buku ini, sebab telah dinantikan sejak lama.
Plt. Kepala MAN Sidoarjo, Achmad Saifullah, turut memberikan komentar terkait hal ini. “Saya mengapresiasi Divisi Literasi yang telah membimbing anak-anak untuk menulis dan menerbitkan buku. Saya berharap prestasi seperti ini dipertahankan dan terus ditingkatkan, sehingga bisa menambah koleksi literasi madrasah.” Tutup Achmad Saifullah.
Sebagai informasi, selain menulis dan menerbitkan buku, Divisi Literasi mulai bulan Agustus telah memulai kegiatan literasi membaca di perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Guru-guru mata pelajaran bahasa disiapkan untuk mendampingi murid-murid selama kegiatan berlangsung.
(NrM)