Surabaya – Tim redaksi Jurnalistik El-Manzil MAN Sidoarjo yang berjumlah 75 anggota berkunjung ke media pers Jawa Timur, Kamis (01/10/2026). Kunjungan media pers dilakukan sebagai bagian dari rangkaian workshop Jurnalistik yang diselenggarakan pada hari Rabu (30/09/2026). Kegiatan kunjungan didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN Sidoarjo (Lilik Widyawati, S.Pd.), Pembina OSIM-Ekstrakurikuler (Afrian Nusa Wahyu Basuki, S.Or.), dan Pembina Jurnalistik El-Manzil (Nuriya Maslahah, S.Hum).
Ada 3 tempat yang menjadi tujuan kunjungan, yakni media pers online (beritajatim.com) di Jalan Kutisari Surabaya, media pers cetak (Harian Umum Duta Masyarakat) di Jalan Gayungsari Surabaya, dan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Timur di Jalan Taman Apsari Surabaya.
“Kami mengunjungi 3 tempat yang memang berkaitan dengan kegiatan Jurnalistik El-Manzil sehari-hari. El-Manzil bekerjasama dengan Tim Publikasi Humas MAN Sidoarjo dalam hal penulisan berita online, kemudian El-Manzil memiliki media pers cetak berupa majalah yang terbit setiap 6 bulan sekali, dan El-Manzil perlu mengetahui organisasi wartawan dan Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan oleh Dewan Pers.” Jelas Nuriya, selaku Pembina El-Manzil.
Kunjungan pertama dilakukan di kantor beritajatim.com, dalam kesempatan ini Tim Redaksi El-Manzil disambut oleh Redaktur dan seluruh wartawan dan karyawan yang bertugas di hari itu. El-Manzil diajak berkeliling ruangan (room tour) untuk mengenalkan secara langsung dunia media pers, mulai dari ruang administrasi, ruang redaksi, ruang rapat, ruang direksi, ruang editing, dan studio podcast. Secara umum, dari informasi yang diterima, beritajatim.com memiliki rubrikasi nasional dengan menempatkan reporter di Jogjakarta dan Jakarta, meskipun slogan utamanya adalah “Menyapa Indonesia dari Jawa Timur”.
Sejalan dengan kegiatan rutin El-Manzil sehari-hari, redaktur beritajatim.com memberikan penjelasan bagaimana dan kapan berita online harus terbit. Dalam kurun waktu kurang dari 60 menit, berita-berita di portal beritajatim.com sudah tayang dari proses mentah di lapangan. “20 menit reporter menulis dan mengirimkan di email redaksi, 10 menit editor mengoreksi, baik dari segi tulisan dan foto dokumentasi, jika dalam proses ini sudah benar, maka editor akan mengupload di CMS (Content Management System).” Ucap Achmad Baiquni, selaku Redaktur beritajatim.com. Proses yang cepat dan tepat inilah yang harus ditiru oleh El-Manzil dalam menerbitkan berita sehari-hari sesuai dengan agenda madrasah.
Berikutnya kunjungan ke kantor Harian Umum Duta Masyarakat. El-Manzil diterima oleh Mokhammad Kaiyis (Direktur) dan Eko Pamuji (General Manager). Berlokasi di Graha Astra Nawa (Kompleks Museum NU), pertemuan dilakukan di aula lantai 3 museum. Dalam kesempatan ini, masing-masing anggota El-Manzil diberi koran Duta Masyarakat untuk dibaca dan diamati. Eko Pamuji memberikan penjelasan mengenai alur penerbitan koran secara bertahap. Berbeda dengan media pers siber yang memiliki proses kurang dari 60 menit, maka media pers cetak untuk koran memiliki proses kurang lebih 12 jam.
Berdasarkan penjelasan Eko Pamuji, bukan hanya prosesnya yang memakan waktu lama, pemilihan berita dan headline koran pun harus ditentukan secara matang, agar pembaca di keesokan pagi dapat tertarik untuk membaca koran beserta isinya. Setidaknya minimal 4 hal yang harus ditaati, yakni berita harus penting (berhubungan dengan Masyarakat luas), kedekatan secara territorial dan wilayah dengan pembaca, ketokohan yang dimuat, dan keunikan berita atau rubrikasi.
Eko Pamuji secara khusus memberikan pesan kepada Tim El-Manzil agar mengambil informasi penting dari koran yang dipegang tentang berita-berita apa saja yang laik diterbitkan secara cetak dan agar penulis-penulis muda dari El-Manzil MAN Sidoarjo mempelajari konstruksi kalimat berita yang digunakan oleh wartawan Harian Umum Duta Masyarakat. “Seringlah membaca koran, agar paham betul Bahasa redaksi berita.” Pesan Eko Pamuji.
“Saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan positif yang dilakukan Tim Redaksi El-Manzil. Saya berharap dari kegiatan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak secara khusus dan bisa mengambil ilmu sebanyak-banyaknya untuk diterapkan di madrasah.” Ucap Lilik Widyawati. (NrM/JURNALISTIK EL-MANZIL)