Workshop Penulisan Karya Sastra di MAN Sidoarjo

Sidoarjo – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo menggelar Workshop Penulisan Karya Sastra di Ruang Meeting MAN Sidoarjo, Jumat (18/09/2026) dan Sabtu (19/09/2026). Mengusung tema “Semangat Literasi Cerdaskan Generasi Masa Kini”, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan murid kelas X, XI, dan XII.

Workshop tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dan keterampilan menulis murid melalui materi penulisan karya fiksi dan nonfiksi. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berkarya di bidang literasi.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Plt. Kepala MAN Sidoarjo, Drs. Achmad Saifullah, M.Pd.I. “Semoga murid-murid yang mengikuti workshop ini dapat menyerap ilmu dengan baik, sehingga ilmu tersebut bermanfaat untuk masa depan mereka dan mampu menularkan literasi positif ini kepada teman-teman lainnya di madrasah,” pesan Achmad Saifullah.

Selanjutnya, pembawa acara membacakan profil singkat Prof. Dr. Anas Ahmadi, S.Pd., M.Pd. dan Ahmad Burhanuddin, M.Pd., selaku pemateri dalam workshop tersebut. Prof. Anas Ahmadi  menyampaikan materi mengenai karya fiksi sekaligus melakukan pembedahan puisi. Pada sesi tersebut, peserta diajak memahami karya fiksi serta mengembangkan kemampuan dalam memahami dan mengapresiasi puisi.

Prof. Anas Ahmadi menjelaskan bahwa terdapat tiga hal yang diharapkan dapat diperoleh peserta melalui materi yang disampaikan, yaitu memahami dan menguasai materi, menerapkannya melalui karya, serta memiliki rasa bangga terhadap karya yang dihasilkan. “Pertama, pemahaman berkaitan dengan internalisasi, supaya anak-anak paham, menguasai, dan senang. Kedua, eksternalisasi, yaitu mulai berkarya, menunjukkan karya, dan menghasilkan karya. Ketiga, bangga terhadap karya yang dihasilkan karena turut membawa nama diri dan sekolah,” ucapnya.

Murid MAN Sidoarjo Antusias mengikuti Workshop Penulisan Karya Sastra

Materi berikutnya disampaikan oleh Ahmad Burhanuddin, M.Pd., mengenai karya nonfiksi. Dalam pemaparannya, Ahmad menjelaskan penulisan karya nonfiksi, termasuk jurnalistik yang disusun berdasarkan fakta dan peristiwa aktual. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ice breaking dan pembacaan puisi oleh para murid. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melatih keberanian dalam menyampaikan karya sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif.

Pembina ekstrakurikuler Literasi MAN Sidoarjo, Zahrotul Laila, S.Pd., menyampaikan bahwa hasil workshop akan ditindaklanjuti melalui penerbitan karya peserta. “Literasi produknya adalah karya. Dari workshop mengenai karya fiksi dan nonfiksi ini, diusahakan anak-anak akan menerbitkan satu karya fiksi dan satu karya nonfiksi,” ucap Zahrotul Laila.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan agenda bedah buku bersama Klub Literasi. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai karya sastra dan literasi. Setelah sesi bedah buku, peserta mempraktikkan penyusunan karya fiksi dan nonfiksi dengan bimbingan Pengurus Literasi. Praktik tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk menerapkan materi yang telah diperoleh selama workshop.

Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai penulisan karya fiksi dan nonfiksi, tetapi juga didorong untuk menghasilkan karya secara langsung. Karya yang dihasilkan nantinya diharapkan menjadi bagian dari produk literasi MAN Sidoarjo dan terus dikembangkan.

Workshop Penulisan Karya Sastra menjadi salah satu langkah MAN Sidoarjo dalam memperkuat budaya literasi sekaligus mengembangkan keterampilan menulis murid secara berkelanjutan.

Calyana Rayyan T. / JURNALISTIK EL-MANZIL

Fotografer: Nabhan Zulfadli & Lintang Achmad H
Reporter: Ayesha Azmik & Adriana Nurputri