Kamis (18/07/2024), pukul 08.00 WIB seluruh siswa-siswi telah hadir dalam undangan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sidoarjo dan berkumpul di Aula Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo untuk mengikuti kegiatan Ngaji Jurnalistik Santri. Siswa-siswi undangan berasal dari berbagai sekolah dan pondok pesantren seperti Pondok Pesantren Darul Fikri, Pondok Pesantren Al-Amanah Junwangi, Pondok Pesantren Al-Falah, SMA Muhammadiyah Dua Sidoarjo, MA Progresif Bumi Sholawat, dan lainnya.
Acara diawali dengan penyampaian oleh Bapak Mustain selaku ketua organisasi PWI dengan mengenalkan organisasi PWI kepada siswa-siswi peserta seminar. Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh yang bertugas. Sambutan pertama disampaikan oleh Plt Bupati Sidoarjo, Bapak Subandi.
“Para siswa-siswi yang berusia setara SMA, merupakan generasi muda yang sangat aktif dengan dunia digital dan media sosial. Kalian memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadikan kita sebagai fondasi yang sangat baik dan bertanggung jawab,” ujar Bapak Ahmad dalam sambutannya.
Selanjutnya, tepat pada pukul 10.00 WIB materi acara pertama dimulai oleh Bapak Sudarmawan yang menyampaikan mengenai media cetak. Dilanjut dengan materi kedua yang disampaikan oleh Bapak Imam Muchlis mengenai teknik menulis berita dan wawancara yang sempat terhenti pada pukul 12.00 WIB untuk para siswa-siswi undangan melaksanakan ISHOMA.
Tepat pukul 13.00 WIB, materi berikutnya oleh Bapak Bagus Riyanto mengenai jurnalisme televisi dan materi oleh Bapak Heri Susetyo mengenai televisi di tengah pesatnya medsos. Terakhir disampaikan oleh Bapak Boy Slamet materi mengenai fotografi. Setiap akhir sesi penyampaian materi diadakan tanya jawab berhadiah doorprize bagi setiap pewawancara.
“Bagaimana cara daya baca kita bisa naik? Nah itu salah satu tantangan untuk kita. Kita ingin pintar, kita ingin berisi, kita ingin berwawasan luas. Kalau kita membaca maka saat kita diajak ngobrol, kita bisa menyahut, bisa nyambung,” ujar Pak Heri dalam salah satu sesi tanya jawabnya.
Acara ini pun ditutup dengan percobaan membuat teks berita dalam waktu sepuluh menit yang berhasil diraih oleh Zisya Mahar N. sebagai penulis terbaik, dilanjut dengan foto bersama dan pembagian sertifikat kepada siswa-siswi undangan. Diharapkan acara Ngaji Jurnalistik Santri ini memberikan ilmu baru dan manfaat bagi anak-anak bangsa yang akan menjadi fondasi kuat dan berguna di masa depan.
(SC/JURNALISTIK)