Surabaya – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar Workshop TKA (Tes Kemampuan Akademik) Masterclass 2026 di Asrama Haji Kelas 1 Sukolilo, Surabaya. Acara berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 2 September 2026 sampai dengan 5 September 2026. Workshop ini digelar untuk menguatkan kompetensi guru Madrasah Aliyah dan mensukseskan TKA untuk mata pelajaran pilihan.
MAN Sidoarjo dengan bangga menugaskan 10 guru dari 6 mata pelajaran (mapel) untuk mengikuti acara dengan tuntas. Mapel Kimia diikuti oleh Suryanti, S.Pd. Lalu mapel Fisika diikuti oleh Achmad Yunus, M.Pd., Sutik, M.Si., Puspita Widyagarini, M.Pd., dan Khoirun Nisa Retno, M.Pd. Kemudian mapel Geografi, Ekonomi, dan PKn masing-masing diikuti 1 guru yakni Sumarni, S.Pd., Ikhwatun Nisa, M.Pd., dan Drs. Isa Ansori. Terakhir untuk mapel Biologi diikuti oleh Rukhul Fitriyah, M.Sc., dan Asnani, S.Pd.
Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. H. Achmad Sruji Bachtiar, M.Pd.I, saat membuka acara kegiatan menyampaikan bahwa guru harus selalu melakukan pengembangan diri dengan banyak cara, salah satunya adalah mengikuti kegiatan workshop, agar guru-guru madrasah selalu punya inovasi-inovasi terbaru dan punya kreativitas yang tinggi.
Setelah pembukaan oleh Kakanwil, acara dilanjutkan di ruangan yang disediakan untuk masing-masing mapel. Pada sesi ini para guru mendengarkan materi yang disampaikan oleh pakar-pakar. Para pakar ini adalah penulis soal TKA tahun 2025, mereka adalah dosen terbaik dari Universitas Negeri Malang. Diantara materi-materi yang disampaikan yakni analisis butir soal TKA dengan karakteristik HOTS dan teknik menulis soal TKA. Harapannya, guru-guru akan memiliki kompetensi yang baik untuk menulis soal berbasis TKA di madrasah masing-masing.
Puspita Widyagarini, M.Pd., salah satu guru Fisika yang hadir menyampaikan rasa bahagianya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan ini memberikan kejelasan mengenai kisi-kisi, format soal, dan arah kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, khususnya untuk mata pelajaran pilihan. Kegiatan ini membantu guru dalam menyusun asesmen lokal yang sepadan dengan TKA. Serta para pakar juga memperjelas konsep-konsep materi yang selama ini miskonsepsi, sehingga guru dapat menyampaikan materi yang benar kepada murid-murid. Kegiatan seperti ini sangat baik dilaksanakan berkelanjutan karena guru-guru merasa terbantu dengan adanya ruang diskusi antar guru MA dari berbagai daerah.” Ujar Puspita.
“Semoga guru-guru yang ditugaskan dapat menyerap ilmu yang diberikan saat workshop, sehingga ilmu tersebut bermanfaat bagi murid-murid, dan berdampak untuk MAN Sidoarjo.” Pesan Drs. Achmad Saifullah, Plt. Kepala MAN Sidoarjo.
(NrM)