Sidoarjo, 6 Juni 2026 – Dalam rangka mendukung proses pengenalan dan pengembangan potensi peserta didik, MAN Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan psikotes yang diikuti oleh peserta didik baru. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu madrasah mengenali karakter, minat, bakat, serta kemampuan peserta didik sebagai dasar dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Para peserta didik angkatan 50 MAN Sidoarjo secara bergantian memeriksa daftar nama yang telah diumumkan untuk mengetahui ruang psikotes yang telah ditentukan bagi masing-masing peserta.
Pada pukul 06.45 WIB, seluruh peserta tes mulai menempati tempat duduk di ruangan masing-masing yang berada di lantai dua. Sementara itu, selama pelaksanaan psikotes berlangsung, para wali murid yang mengantar peserta tes dipersilakan menunggu di area yang telah disediakan di lantai bawah. Dalam pelaksanaan psikotes ini, tercatat sebanyak 451 peserta mengikuti tes yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik kepribadian, serta kemampuan intelektual peserta didik. Para peserta terbagi ke dalam 12 ruang tes, dengan masing-masing ruang diisi oleh 38 peserta.
Seluruh peserta didik hadir dengan mengenakan seragam SMP/MTs asal masing-masing sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Meskipun tampak diliputi rasa tegang, para peserta tetap mengikuti seluruh rangkaian psikotes dengan tertib dan penuh kesungguhan. Hal tersebut terlihat dari sikap peserta yang senantiasa menjaga ketenangan serta mematuhi setiap arahan yang diberikan oleh pengawas tes.
Selama pelaksanaan tes berlangsung, suasana ruang tes terpantau kondusif dengan para peserta yang menunjukkan tingkat konsentrasi yang tinggi dalam mengerjakan setiap bagian psikotes. Keseriusan peserta dalam mengikuti kegiatan ini mencerminkan antusiasme mereka dalam menempuh pendidikan di MAN Sidoarjo.
Guru Bimbingan Konseling MAN Sidoarjo sekaligus Panitia Penyelenggara Psikotes, Ibu Yuli Naharul Fitriyah, S.Pd., M.Psi., menjelaskan bahwa pelaksanaan tes psikologi bertujuan untuk mengetahui bakat, minat, serta kemampuan intelektual peserta didik sebagai dasar pemetaan akademik di masa mendatang. Melalui tes ini, pihak madrasah dapat melihat kecenderungan peserta didik pada bidang sains dan teknologi (saintek) maupun sosial dan humaniora (soshum), yang selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses pemetaan kelas dan perencanaan pendidikan peserta didik.
Lebih lanjut, Ibu Yuli Naharul Fitriyah, S.Pd., M.Psi., menegaskan bahwa hasil tes IQ dan psikologi bukan merupakan satu-satunya penentu arah pendidikan peserta didik, melainkan sebagai instrumen untuk mengidentifikasi potensi dan kecenderungan yang dimiliki setiap peserta didik. Menurutnya, pemilihan bidang studi yang tepat perlu didasarkan pada keselarasan antara bakat, minat, dan kemampuan peserta didik sehingga potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal serta mendukung keberhasilan mereka di masa depan.
Salah satu wali murid, Ibu Miswatu Chasanah, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan psikotes yang diselenggarakan oleh MAN Sidoarjo. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membantu pemetaan potensi peserta didik sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka di masa mendatang. Ia juga menilai bahwa psikotes merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak karena dapat membantu peserta didik mengenali potensi yang dimiliki sejak dini.
Sementara itu, perwakilan dari Lembaga Psikologi dr. Soetomo Surabaya, Drs. Ali Muhdhor, menjelaskan bahwa psikotes yang dilaksanakan di MAN Sidoarjo bertujuan untuk mengukur kemampuan intelektual (IQ) sekaligus mengidentifikasi kepeminatan peserta didik. Melalui hasil tes tersebut, pihak madrasah dapat memperoleh gambaran mengenai kecenderungan peserta didik pada bidang sains dan teknologi (saintek) maupun sosial dan humaniora (soshum) sebagai bahan pertimbangan dalam proses pemetaan akademik. Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan psikotes menggunakan instrumen tes tulis yang telah disesuaikan dengan usia peserta didik sehingga hasil yang diperoleh dapat menggambarkan kemampuan dan potensi mereka secara lebih akurat.
Dari sisi peserta didik, Muhammad Fatah Rizqi Sampurno dari SMP Bhayangkari 1 mengaku telah mempersiapkan diri dengan menjaga kesiapan mental serta meninjau kembali beberapa materi yang kemungkinan akan diujikan. Menurutnya, soal-soal yang berkaitan dengan perhitungan matematika menjadi bagian yang paling menantang selama pelaksanaan psikotes.
Hal serupa juga disampaikan oleh Adelia Sheril Evandina Rasyid dari SMP Al-Fatah. Ia mengungkapkan bahwa dirinya berlatih mengerjakan berbagai soal dari sejumlah sumber sebagai bentuk persiapan menghadapi psikotes. Adelia menilai bahwa tes perhitungan angka merupakan bagian yang paling menantang karena harus diselesaikan dalam waktu yang sangat terbatas.
Melalui pelaksanaan psikotes ini, MAN Sidoarjo berharap dapat memperoleh gambaran awal mengenai potensi, kemampuan, dan karakteristik peserta didik sehingga proses pembinaan serta pengembangan akademik maupun non-akademik dapat dilaksanakan secara lebih terarah.
Cahya Victoria Wati/JURNALISTIK EL-MANZIL
Fotografer : Erlita Nirmala; Zahra Huriya