“Menghormati, akar kunci keseimbangan. Kearifan lokal, kunci membangun masa depan.” Begitulah slogan dari kelas XI-12 MAN Sidoarjo yang juga menjadi tema dari dilaksanakannya kegiatan study tour dan P5PPRA tahap ke-6 ini, yakni kearifan lokal. Kegiatan study tour dan P5PPRA tersebut dilaksanakan sejak hari Minggu (28/01/2024) sampai dengan hari Rabu (31/01/2024).
P5PPRA kali ini merupakan kegiatan P5 yang ke-6 dari angkatan 46, yang berlokasi di Bali, mengambil tema ‘kearifan lokal’. Dikutip dari panduan P5PPRA yang disusun oleh Kemenag, P5PPRA merupakan konsep yang menekankan nilai-nilai luhur Pancasila serta keselarasan dalam Rahmatan lil Alamin, sambil mempromosikan sikap toleransi, kritis, dan inovatif. Profil pelajar ini juga menegaskan komitmen kuat terhadap kebangsaan, penolakan terhadap kekerasan, dan menggabungkan kebijaksanaan Pancasila dengan semangat Rahmatan lil Alamin untuk menciptakan lingkungan yang damai dan penuh kasih, serta mendorong terwujudnya kebahagiaan dan keselamatan bagi semua.
“Tujuan dari diadakannya P5PPRA di Bali dengan tema kearifan lokal yaitu untuk memperkenalkan dan mempertahankan kebudayaan luhur bangsa, lokalitas, serta identitas suatu budaya. Selain itu, juga untuk menumbuhkan citra di kalangan pelajar, bahwa budaya tanah air adalah budaya yang bernilai tinggi. Sehingga, terbangun sikap cinta terhadap budaya bangsa sendiri,” ungkap ibu Zahrotul Laila, S.Pd selaku wali kelas sekaligus pendamping kegiatan study tour dari kelas XI-1 MAN Sidoarjo.
Lokasi tujuan kegiatan ini adalah Pulau Bali. Terdapat 5 destinasi wisata yang dikunjungi, yaitu; Desa Penglipuran, Puja Mandhala, Graha Wisnu Kencana (GWK), Museum Bajra Sandhi, dan yang terakhir ialah Pantai Tanah Lot. Peserta study tour dan PSPPRA tersebut berjumlah 471 orang yang terdiri dari siswa-siswi kelas XI, angkatan 46, MAN Sidoarjo.
Kegiatan ini dimulai pada hari Minggu (28/01/2024), tepat pada pukul 06.30 WIB, rombongan dari MAN Sidoarjo berangkat dengan mengendarai bus menuju RM. Chen Chen yang terletak di kabupaten Banyuwangi, guna menunaikan ibadah shalat dzuhur juga hajat makan siang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali dan tiba serta beristirahat di hotel pukul 21.00 WITA.
Adapun mata pelajaran terkait dengan P5PPRA tema kearifan lokal ini, antara lain; Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Sejarah Indonesia, Seni Budaya, Geografi, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Beberapa bapak/ibu guru pengampu mata pelajaran, juga wali kelas dari kelas XI, turut serta mendampingi siswa-siswi dalam melaksanakan kegiatan ini.
Dua hari berikutnya selama di Pulau Bali, selain didampingi oleh Bapak dan Ibu Guru, siswa-siswi juga didampingi langsung oleh pemandu wisata asli Bali. Sepanjang perjalanan, pemandu wisata tersebut memaparkan materi mengenai hari raya, tradisi, serta beberapa destinasi wisata yang berada di pulau Bali.
“P5PPRA di Bali seru banget! karena kita semua bisa belajar bersama tentang tradisi yang ada di sana dan berinteraksi dengan warga lokal. Meskipun agak padat kegiatannya, tetapi kami tetap menikmati setiap momen. Semoga kedepannya studi P5PPRA yang bertema ‘kearifan lokal’ ini tetap diadakan dan lebih seru lagi, sehingga adik kelas dapat merasakan serunya berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tukas siswi kelas XI-1 MAN Sidoarjo menyampaikan kesan juga harapannya.
Pernyataan tersebut disetujui oleh ibu Zahrotul Laila, S.Pd yang mengatakan bahwa, “Saya juga bangga dengan kerjasama dan rasa tanggung jawab anak-anak dalam melaksanakan tugas.”
(CA/JURNALISTIK)