Mengambil tema kegiatan “Patuh dan Suka Bermusyawarah”, Gerakan Pramuka yang berpangkalan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo menyelenggarakan Musyawarah Ambalan yang diikuti oleh 45 anggota Pramuka, Jumat (02/09/2022) di MAN Sidoarjo. Kegiatan yang dibuka langsung oleh pembina gugus depan, M.Imam Asroni bertujuan mewujudkan tradisi ambalan guna membahas sekaligus mempertahankan adat istiadat ambalan. Dalam pesannya, kakak pembina menyampaikan bahwa menjaga sesuatu yang sudah ada itu lebih sulit daripada membuat sesuatu yang baru.

Kegiatan musyawarah ambalan kali ini dipimpin langsung M. Salman Al Farisi Nashrullah (XII IPA 5), selaku Pradana Pramuka MAN Sidoarjo, dengan diikuti oleh seluruh Dewan Ambalan MAN Sidoarjo. Dalam pelaksanaannya, dilakukan sidang pembentukan nama ambalan baru dan aturan adat. Hal ini sebagaimana adat istiadat ambalan yang selama ini dijalani oleh warga Ambalan Pramuka MAN Sidoarjo. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan dengan iringan lagu Indonesia raya, hymne pramuka, dan mars pramuka. Kegiatan berlanjut dengan pengumpulan suara untuk nama ambalan baru oleh dewan ambalan dan dilanjutkan dengan pembacaan aturan adat istiadat ambalan.

Perlu dipahami bersama, bahwa adat isitiadat ambalan merupakan salah satu keunikan yang ada pada pramuka penegak. Adat istiadat ini merupakan sekumpulan aturan tertulis yang berisi tentang kerangka acuan pola dan tingkah laku warga ambalan dalam menjalani aktifitas di Ambalan serta sebagai paradigma sikap di Ambalan yang disepakati bersama oleh warga ambalan. Sangat berbeda dengan AD/ART, pada Gerakan Pramuka cukup menggunakan AD/ART Gerakan Pramuka yang terbaru yang merupakan hasil Keputusan Musyawarah Nasional X Gerakan Pramuka Tahun 2018 Nomor: 07/Munas/2018.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anggota Dewan Ambalan dapat menerapkan dan mematuhi nilai yang terkandung dalam adat istiadat ambalan, sehingga mampu menghasilkan anggota pramuka penegak yang dapat menjadi pemuda berjiwa pramuka yang baik dan taat ketentuan atau aturan didalam pramuka maupun didalam sekolah. Sekaligus melalui forum tertinggi ambalan ini, seluruh warga ambalan mampu mempertahankan adat istiadat ambalan dan membiasakan diri suka bermusyawarah didalam memutuskan berbagai kebijakan dan solusi dari berbagai permasalahan ambalan.