Jumat (08/04) sampai dengan Sabtu (09/04), 84 guru MAN Sidoarjo berkesempatan mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka yang bertempat di ruang guru. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan seluruh guru MAN Sidoarjo menyongsong kurikulum baru yakni Kurikulum Merdeka.
Seperti yang diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia telah melakukan uji coba Kurikulum Merdeka sejak akhir tahun 2020. Ternyata, kurikulum tersebut mampu mengatasi beberapa masalah dampak dari adanya pandemi Covid-19 terutama dalam hal akademik dan karakter siswa. Sehingga muncul wacana untuk menerapkan Kurikulum Merdeka di seluruh sekolah Indonesia.
Penerapan Kurikulum Merdeka ini memang belum ditetapkan secara mutlak. Namun, MAN Sidoarjo ingin melakukan antisipasi bila penggunaan Kurikulum Merdeka diwajibkan. MAN Sidoarjo berusaha memberi fasilitas terbaik kepada seluruh siswa-siswi sesuai bakat dan minat mereka agar mereka merasa nyaman untuk belajar.
Bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Waru sekaligus anggota Tim Pengembang Pembelajaran dan Penilaian untuk SMA dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Asmali, S.Kom., sebagai narasumber dari acara bimbingan teknis ini, bapak-ibu guru banyak diberi pemahaman penerapan Kurikulum Mereka. Berbeda dari kurikulum sebelumnya, Kurikulum Merdeka tidak menerapkan penjurusan untuk siswa. Ketika duduk di kelas 10, siswa mempelajari mata pelajaran tanpa penjurusan dan ketika naik ke kelas selanjutnya, mereka dapat belajar mata pelajaran yang sesuai dan dibutuhkan oleh cita-cita atau tujuan mereka.
“Apa yang saya saluti dari bapak-ibu guru dalam acara bimbingan teknis kemarin adalah semangat mereka. Bahkan, meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, semua tidak mempermasalahkan jam pulang diundur hingga 14.00 WIB,” tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MAN Sidoarjo, Farikah Hanum, S.Pd., M.Pd..
Pada hari pertama, kegiatan dibuka pukul 09.00 WIB oleh pembawa acara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan MAN Sidoarjo, Ikhwatun Nisak, S.E., M.Pd., dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah. Setelahnya, kepala MAN Sidoarjo, Drs. Abdul Jalil, M.Pd.I., memberi sambutan. Pembukaan ditutup dengan doa kemudian masuk ke penyampaian materi berjudul ‘Mengenal Implementasi Kurikulum Merdeka’ yang disampaikan oleh Bapak Asmali dengan dimoderatori oleh Ibu Farikah Hanum. Kegiatan diakhiri ketika tiba waktu Sholat Jumat.
Hari kedua bimbingan teknis tidak kalah panjang dari hari pertama. Sama seperti hari sebelumnya, kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB langsung dengan penyampaian materi berjudul ‘Pembelajaran Berdifensiasi Asesmen’. Seusai penyampaian materi pertama, kegiatan dilanjut oleh materi kedua yakni ‘Profil Pelajar Pancasila’. Materi terakhir di hari kedua adalah penyusunan modul ajar. Sekitar pukul 14.00 WIB, kegiatan bimbingan teknis ditutup.
“Bimbingan teknis belum selesai dalam satu kali ini, sehingga perlu ada lanjutan. Rencananya lanjutan tersebut akan diadakan setelah bulan puasa. Semoga semua berjalan lancar dan maksimal.” harap Ibu Hanum untuk ke depan. Bagaimanapun, adanya Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka kali ini telah membuka pemahaman seluruh guru MAN Sidoarjo mengenai Kurikulum Merdeka. (ns)





























