Pada tanggal 12 Maret 2019, MAN Sidoarjo menggelar seminar karya ilmiah sebagai pelaksanaan program Studi Kenal Alam dan Lingkungan (SKAL). Pada seminar kali ini mengambil tema “Optimalisasi Keilmuan Untuk Meningkatkan Kualitas Generasi Milenial Berwawasan Lingkungan”. Kegiatan ini merupakan program yang canangkan setiap tahun di MAN Sidoarjo bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuannya serta membangkitkan inovasinya melalui penelitian ilmiah sesuai dengan disiplin ilmunya, sehingga menghasilkan karya yang berguna bagi masyarakat.  Lebih dari itu siswa dipersiapkan untuk bisa mengikuti kompetisi di luar madrasah. “Siswa jangan hanya jadi jago kandang tapi jadilah yang terbaik dalam berbagai kompetisi karya ilmiah di luar madrasah”, demikian ungkap kepala madrasah, Abd. Jalil dalam sambutan pembukaan acara.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan yang biasanya dilaksanakn oleh siswa kelas XI, tahun ini kegiatan dilaksanakan oleh kelas X. Seminar karya ilmiah adalah presentasi hasil penelitian yang sudah dilaksanakan pada beberapa bulan sebelumnya. Meskipun kegiatan ini dilakukan oleh siswa kelas X yang pengalaman belajar di madrasah aliyah masih dini, namun hasilnya tidak kalah dengan yang pernah dilakukan oleh kelas XI. Perwakilan masing-masing kelas dari jurusan MIPA sebanyak 7 kelas dan IPS  ada 5 kelas, menampilkan hasil penelitian sesuai bidangnya dengan berbagai inovasi yang luar biasa. Hasil penelitian dipertanggung jawabkan secara ilmiah didepan dewan juri dan audiens dari seluruh siswa kelas X.  Penampilan yang sangat memukau dari para panelis sehingga membangkitkan rasa ingin tahu yang besar dari audiesn terbukti dengan berbagai pertanyaan dilontarkan.

Berbagai karya yang luar biasa telah ditampilkan dengan judul yang beragam. Inovasi pemanfaatan energi alternatif rupanaya menjadi trend dari penelitian jurusan MIPA kali ini, mulai dari pemanfaatan energi dari tenaga surya sampai buah belimbing wuluh, kulit pisang dan arang sekam sebagai sumber energi listrik. Sedangkan jurusan IPS lebih banyak mengangkat tema enterpreneurship. Berdasarkan presentasi dan  hasil karya tulis yang terbaik dari jurusan MIPA diraih oleh kelas X MIPA 7 dengan judul “Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Biolistrik yang Ramah Lingkungan”, sedangkan dari jurusan IPS diraih oleh kelas X IPS 2 dengan judul “Strategi Pemasaran Wisata Legok Asri di Tengah Pemukiman”.

 

Dengan kegiatan penelitian ini diharapkan para siswa mampu melakukan penelitian yang lebih baik dan selanjutnya dapat ikut berkompetisi dalam lomba Madrasah Young Researcher Supercamp (Myres) demikian ungkap  waka kurikulum dalam  penutupan acara. (Fit/Hum)